Pusing atau Lelah setelah Terapi Japanese Acupuncture

Dalam deretan efek samping tidak nyaman yang dirasakan oleh pasien setelah melakukan sesi Terapi Japanese Acupuncture, salah satu yang paling sering yang saya temui adalah: Pasien merasa pusing (dizzy) dan ngantuk (drowsy) setelah menjalani terapi. Namun biasanya hal ini akan hilang setelah 24 jam pasca terapi.

Mengapa pasien bisa mengalami hal tersebut dan apakah hal itu aman?

Hitoshi Yamashita dan Hiroshi Tsukayama menulis mengenai hal ini dalam publikasi penelitiannya di jurnal Evid Based Complement Alternat Med. 2008 Dec; 5(4): 391–398, yang berjudul: "Safety of Acupuncture Practice in Japan: Patient Reactions, Therapis Negligence, and Error Reduction Strategies."

Japanese Acupuncturist merujuk Reaksi Dizzy (pusing) dan Drowsy (ngantuk), atau Lelah paska terapi ini dengan istilah Menken atau Mengen. Menken ini seperti reaksi Krisis Kesembuhan (Healing Crisis), dimana terdapat reaksi tidak nyaman yang muncul setelah terapi, namun dalam 24 jam terjadi perbaikan gejala dan kesembuhan mulai dirasakan. Menken biasanya terjadi pada pertemuan-pertemuan pertama sesi Akupuntur dan berkurang di pertemuan-pertemuan berikutnya. Dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Namun yang perlu hati-hati dibedakan adalah apakah reaksi kelelahan dan pusing yang dirasakan merupakan Menken (healing crisis) atau merupakan reaksi yang muncul akibat Over Treatment (over dosis terapi). Pembedanya adalah, jika benar ini Menken, maka reaksi tidak nyaman tersebut akan menghilang dalam 24 jam dan akan diikuti oleh perbaikan gejala yang mengarah kepada kesembuhan.

Bila anda mengalami hal ini, silakan konsultasikan dengan Japanese Acupuncturist yang melakukan terapi pada anda.

Untuk konsultasi dan book appointment Japanese Acupuncture di Jakarta bersama Dr. Yudhi Gejali, klik di sini.

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square