Japanese-Style Acupuncture

Dalam merawat pasien secara holistik, dr. Yudhi Gejali menggabungkan ilmu kedokteran barat dan kedokteran oriental, terutama akupunktur Jepang. Ilmu akupunktur bertujuan menyelaraskan kembali aliran energi dalam tubuh. Ketika energi mengalir lancar, darah mengalir dan organ bekerja optimal, sehingga tubuh akan rileks dan masuk dalam fase penyembuhan. 

Akupunktur Jepang yang didalami dr. Yudhi Gejali adalah meridian therapy (Keiraku Chiryo), Shonishin (untuk anak-anak), Funamizu Teishin, dan Manaka yang dikembangkan oleh Dr. Yoshio Manaka. Pendekatannya halus, minim sakit, dan menekankan pemeriksaan melalui sentuhan, baik di perut maupun perabaan denyut nadi. 

 

Terapi akupunktur bisa membantu pasien dalam merawat kesehatan tubuh dan kesehatan batin, seperti halnya gangguan emosional, insomnia, asam lambung, alergi, masalah fertilitas, hingga kanker.
 

Untuk lebih banyak artikel mengenai akupunktur 

Acupuncture for Kids and Baby 

Akupunktur untuk Anak-Anak dan Bayi

Metode Shonishin dipilih untuk merawat anak-anak dan bayi, karena tidak ada jarum yang dimasukkan. Sebagai gantinya, berbagai alat akan dipakai untuk memberi stimulasi secara halus pada kulit. Metode Shonishin bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan anak, termasuk kolik, GERD, alergi, asma, ADHD, dan lainnya.

Ji-YuuforYudhiGejali(Oct21)-017B.jpg
Ji-YuuforYudhiGejali(Oct21)-015.jpg

Acupuncture for Pregnancy

Akupunktur untuk Kehamilan

Akupunktur Jepang yang halus bisa dilakukan untuk membantu kesehatan ibu dan janin mulai dari trimester pertama, jelang kelahiran, hingga masa menyusui. dr. Yudhi Gejali juga dapat bekerja sama dengan dokter kandungan, bidan, atau doula anda. Baca lebih lanjut untuk informasi mengenai Acupuncture for Fertility / Akupunktur untuk Fertilitas.

Acupuncture for Psychological Problem and Sleep Disorder
 

Akupunktur untuk Psikologi dan Gangguan Tidur

Akupunktur Jepang, terutama metode Funamizu Teishin, efektif untuk membantu mengatasi berbagai kondisi psikologis dan gangguan tidur seperti insomnia, kecemasan, depresi, bipolar, dan gangguan psikosomatis.

Ji-YuuforYudhiGejali(Oct21)-16B.jpg
Ji-YuuforYudhiGejali(Oct21)-18.jpg